Jelegong – Gemerlap cahaya obor menerangi jalan-jalan Desa Jelegong dalam semangat menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram. Ratusan peserta yang terdiri dari santri, pengurus DKM, aktivis masjid, pengurus Nahdlatul Ulama (NU), serta masyarakat sekitar tumpah ruah mengikuti pawai obor yang berlangsung khidmat sekaligus penuh semangat kebersamaan.
Pawai obor dimulai dari Masjid Al Adnan, kemudian bergerak menuju arah Rancakendal, melintasi Perumahan Linggar Jaya Baru Residence, Perumahan Griya Rancaindah 2, Griya Rancaindah 3, Ciherang, Permai 2, Perumahan Putraco Gading Timur, dan berakhir di Masjid Al Muhajirin. Sepanjang perjalanan, cahaya obor yang berpendar di malam hari menjadi simbol semangat umat Islam dalam menyongsong tahun baru dengan harapan, optimisme, dan tekad untuk terus menebarkan kebaikan.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh PRNU Desa Jelegong bekerja sama dengan DKM-DKM dan para aktivis masjid di wilayah Desa Jelegong ini tidak hanya menjadi ajang syiar Islam, tetapi juga menjadi momentum mempererat ukhuwah Islamiyah dan memperkuat kebersamaan antarwarga.
Ketua PRNU Desa Jelegong, Ust. Alan Permana, S.Pd., menegaskan bahwa pawai obor bukan sekadar tradisi tahunan semata. “Pawai obor ini bukan sekadar tradisi atau budaya hasil akulturasi Islam dengan adat setempat. Lebih dari itu, ini adalah upaya untuk menunjukkan kekompakan umat dan kebanggaan kita terhadap Tahun Baru Islam. Jika tahun baru Masehi dirayakan dengan meriah dan penuh gegap gempita, maka Tahun Baru Islam juga layak kita sambut dengan penuh semangat dan kebahagiaan,” ujarnya.
Menurutnya, obor atau pelita yang dibawa peserta memiliki makna filosofis yang sangat mendalam. “Obor adalah simbol penerangan di tengah kegelapan. Simbol bahwa Islam dan umatnya harus menjadi cahaya yang menerangi, membawa kebaikan, peradaban, dan keberkahan. Melalui pawai ini, kita tidak hanya membawa obor secara fisik, tetapi juga menghidupkan maknanya dalam kehidupan. Kita harus menjadi penerang dan membawa manfaat bagi umat, bangsa, dan negara sesuai kemampuan masing-masing,” tambahnya.

Selain pawai obor, rangkaian kegiatan juga diisi dengan santunan kepada anak yatim dan dhuafa warga Desa Jelegong. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh perwakilan PRNU Desa Jelegong melalui Sekretaris Tanfidziyah, Ust. Deni Irawan, S.Pd., sebagai wujud kepedulian sosial dan semangat berbagi di awal tahun Hijriah.
Suasana semakin khusyuk pada acara puncak yang diisi dengan istighotsah, dzikir, dan doa bersama. Dalam munajat yang dipanjatkan, jamaah memohon keberkahan dan segala kebaikan di tahun yang akan datang, mendoakan agar ukhuwah Islamiyah umat semakin kuat, serta memohon agar para pengurus NU khususnya di Desa Jelegong senantiasa diberi kekuatan, kekompakan, dan keistiqamahan dalam berkhidmah kepada organisasi dan melayani masyarakat.

Doa juga dipanjatkan untuk bangsa Indonesia agar senantiasa diberikan keamanan, kemakmuran, dan kemampuan menghadapi berbagai tantangan serta persoalan kebangsaan. Semangat cinta tanah air dan harapan akan kejayaan bangsa mengiringi doa-doa yang menggema di malam pergantian tahun Hijriah tersebut.
Turut hadir dalam kegiatan ini unsur Pemerintah Desa Jelegong. Kepala Desa Jelegong, Anen Rumdani, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang dinilainya membawa dampak positif bagi masyarakat. “Kegiatan ini menjadi salah satu sarana memperkuat ukhuwah Islamiyah sekaligus membangun desa melalui semangat kebersamaan. Ini adalah kegiatan yang sangat positif dan diharapkan membawa keberkahan bagi Desa Jelegong. Kami merasa bangga melihat PRNU Desa Jelegong yang rempeg, kompak, dan solid dalam menjalankan syiar Islam serta menghadirkan kemanfaatan nyata bagi umat,” ungkapnya.


Malam itu, nyala obor yang berbaris panjang bukan hanya menerangi jalan-jalan desa. Cahaya tersebut menjadi simbol harapan, persatuan, dan semangat untuk terus menebarkan manfaat. Dari Jelegong, pesan itu menggema: Tahun Baru Islam adalah momentum hijrah menuju kehidupan yang lebih baik, memperkuat persaudaraan, dan bersama-sama menjadi cahaya bagi sesama, bangsa, dan negara.
















