Kaderisasi NU Rancaekek Menguat: PRNU Jelegong, GP Ansor, dan Lakpesdam Selenggarakan Kaderisasi

banner 468x60

Semangat kaderisasi terus bergelora di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Rancaekek. Dalam beberapa pekan ke depan, berbagai agenda pendidikan dan pembinaan kader akan digelar secara berjenjang mulai dari tingkat ranting, badan otonom, hingga Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU). Langkah ini menjadi ikhtiar bersama untuk memperkuat organisasi sekaligus menyiapkan generasi penerus yang siap mengabdi kepada agama, masyarakat, bangsa, dan negara.

Ketua Tanfidziyah PRNU Desa Jelegong, Ust. Alan Permana, S.Pd., di sela sambutannya pada Kegiatan Istigotsah dan Santunan Yati-Dhuafa dalam rangka Peringatan Tahun Baru Islam, menyampaikan bahwa Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Jelegong dalam waktu dekat akan menyelenggarakan kegiatan Pendidikan dan Pembinaan Kader NU bagi warga Nahdliyin Desa Jelegong.

banner 336x280

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bagian penting dari proses kaderisasi lintas generasi, terutama untuk memperkuat keterlibatan generasi muda dalam kehidupan organisasi.

“Kegiatan ini diarahkan untuk membangun kesolidan kader-kader NU, memperkuat ghirah dan khidmat pengabdian, serta meningkatkan kemampuan kader dalam menggerakkan roda organisasi. Harapannya, kader-kader NU Jelegong mampu berkontribusi tidak hanya untuk organisasi, tetapi juga dalam pembangunan masyarakat dan daerah,” ujarnya.

Melalui program ini, PRNU Jelegong berharap lahir kader-kader, terutama kader muda yang memiliki pemahaman ke-NU-an yang kuat, berakhlak, serta siap melanjutkan estafet perjuangan para ulama dan pendahulu NU.

Sementara itu, kaderisasi generasi muda juga akan diperkuat melalui kegiatan Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) yang diselenggarakan oleh GP Ansor PAC Rancaekek pada 20–21 Juni 2026 di Pondok Pesantren Al Huda, Kampung Bojongkoneng, Desa Nanjungmekar.

PKD merupakan jenjang kaderisasi formal pertama di lingkungan GP Ansor yang bertujuan membentuk kader muda yang memiliki integritas, kapasitas kepemimpinan, loyalitas organisasi, dan komitmen kebangsaan.

Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mencetak calon-calon pemimpin masa depan yang akan meneruskan perjuangan organisasi sekaligus memperkuat eksistensi badan otonom NU, seperti GP Ansor, Banser, Denwatser, dan Rijalul Ansor.

Melalui kegiatan tersebut, GP Ansor Rancaekek berupaya mengaktualisasikan slogan organisasi yang selama ini menjadi semangat gerakan, yaitu HEBAT (Harmonis, Edukatif, Bangkit, Aktif, dan Terpimpin). “PKD bukan sekadar pelatihan organisasi, tetapi proses pembentukan karakter kader agar memiliki semangat pengabdian, disiplin, kepemimpinan, serta kesiapan menghadapi tantangan zaman dengan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah,” ungkap Ketua GP Ansor PAC Rancaekek, Sahabat Kiki Kosasih, S.E.

Tidak berhenti di tingkat ranting dan badan otonom, MWCNU Rancaekek melalui Lakpesdam NU juga akan menggelar PD-PKPNU (Pendidikan Dasar Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama) pada 3–5 Juli 2026 di Pondok Pesantren Mardhotillah, Kampung Rancabeureum, Desa Sukamulya, Kecamatan Rancaekek.

PD-PKPNU merupakan program kaderisasi strategis yang dirancang untuk melahirkan kader-kader penggerak NU yang militan, kompeten, serta memiliki pemahaman mendalam tentang sejarah, pemikiran, sistem organisasi, dan arah perjuangan Nahdlatul Ulama.

Kegiatan ini akan melibatkan kader lintas generasi, lintas ranting, lembaga, badan otonom, serta warga Nahdliyin yang memiliki komitmen untuk mengembangkan organisasi dan mengabdi kepada masyarakat.

Melalui PD-PKPNU, peserta tidak hanya dibekali wawasan ke-NU-an, tetapi juga kemampuan kepemimpinan, manajemen organisasi, penguatan ideologi Aswaja An-Nahdliyah, serta strategi pengabdian yang relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini.

Ketua Lakpesdam MWCNU Rancaekek, Ust. Aan Aliyudin, M.Ag., menegaskan bahwa kaderisasi merupakan investasi jangka panjang yang menentukan masa depan organisasi.

“NU yang besar hari ini adalah hasil kerja kaderisasi para ulama dan pendahulu. Karena itu, tugas kita sekarang adalah menyiapkan generasi penerus yang memiliki ilmu, integritas, militansi, dan komitmen pengabdian. Kaderisasi bukan hanya kebutuhan organisasi, tetapi kebutuhan umat,” ujarnya.

Berbagai agenda kaderisasi yang akan berlangsung di Rancaekek tersebut menunjukkan bahwa regenerasi kepemimpinan NU terus berjalan secara sistematis dan berkelanjutan. PRNU menjadi basis pembinaan kader di tingkat akar rumput, GP Ansor menjadi ruang pembentukan generasi muda yang energik dan progresif, sementara MWCNU melalui PD-PKPNU menyiapkan kader-kader penggerak yang siap memimpin dan mengembangkan organisasi.

Sinergi ketiga elemen tersebut diyakini akan melahirkan sumber daya manusia yang berkualitas, memperkuat soliditas organisasi, serta meningkatkan kontribusi NU dalam pembangunan masyarakat.

Di tengah berbagai tantangan zaman yang terus berubah, kaderisasi menjadi kunci agar NU tetap kokoh menjaga tradisi, mengawal perubahan, dan menghadirkan kemaslahatan bagi umat. Dari ruang-ruang pendidikan kader inilah lahir para penggerak masa depan, yang tidak hanya menjaga warisan perjuangan para ulama, tetapi juga menghadirkan harapan baru bagi kemajuan Rancaekek dan Indonesia.

“Hari ini kita mendidik kader, esok mereka akan memimpin peradaban. Kaderisasi adalah ikhtiar menanam pohon yang buahnya akan dinikmati oleh generasi mendatang.”

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed